Geografi

Geografi

Kamis, 13 September 2012

SEJARAH PEMBENTUKAN BUMI


SEJARAH PEMBENTUKAN BUMI
Bumi adalah bola batuan raksasa yang bergerak di angkasa dengan kecepatan hamper mencapai 300 m per detik. Beratnya mencapai 6000 juta, juta, juta ton. Hampir dua per tiga permukaan bumi ditutupi oleh air. Jari-jari yang dimiliki bumi mencapai 6.370 km. panjang keliling Khatulistiwa yang melewati Negara kita sekitar 40.000 km. Permukaan bumi yang tidak tertutupi oleh air yaitu daratan. Bumi dilapisi gas yang tingginya mencapai 700 km dari permukaan bumi, lapisan gas tersebut disebut atmosfer.
Bumi merupakan salah satu pelanet yang ada di Galaksi Bima Sakti (The Milky Ways tau Kabut Putih). Selain planet-planet yang terdapat dalam tata surya, masih ada sekitar 200 milyar bintang yang ada di Galaksi Bima Sakti. Berdasarkan penelitian, Bima Sakti bukanlah galaksi satu-satunya, tetapi masih ada ratusan, jutaan, bahkan milyaran galaksi lagi.
PROSES TERJADINYA BUMI
Proses terbentuknya planet tidak dapat dipisahkan dengan sejarah terbentuknya tata surya. Hal ini karena bumi termasuk anggota keluarga mtahari, di samping planet-planet lainnya, komet, asterois, dan meteor. Para ahli berpendapat bahwa matahari terbentuk terlebih dahulu sedangkan planet-planet lain masih berwujud awan debu dan gas kosmis yang disebut nebula berputar mengelilingi matahari. Kemudian awan, debu, dan gas kosmis tersebut terus berputar mengelilingi matahari dan saling bersatu karena pengaruh gravitasi dan kemudian mengelompok membentuk bulatan-bulatan bola besar yang kita sebut sekarang planet, termasuk bumi.
Dari proses tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem tata surya berasal dari massa gas (kabut gas dan nebula) yang bercahaya dan berputar perlahan-lahan. Massa gas induk tersebut akhirnya menjadi matahari, sedangkan bola-bola kecil yang terlepas dari massa induknya tersebut mendingin menjadi planet, termasuk bumi kita. Pada saat terlepas dari massa induknya, planet-planet anggota tata surya tersebut masih berupa bola pijar dengan suhu yang sangat tinggi. Tetapi karena planet berotasi, maka ada bagian tubuhnya yang terlepas dan berotasi sambil beredar mengelilingi planet tersebut. Benda tersebut selanjutnya dinamakan Bulan (satelit alam).
Pada saat terlahir  (sekitar 4500 juta tahun yang lalu ) bumi kita pada awalnya masih berupa bola pijar yang sangat panas. Suhu permukaannya saja mencapai 4.000oC. dalam jangka waktu jutaan tahun, secara berangsur-angsur bumi mendingin. Akibat proses pendinginan, bagian luar bumi membeku dan membentuk kerak bumi atau kulit bumi yang disebut litosfer, sedangkan bagian dalam bumi sampai saat ini masih dalam keadaan panas dan berpijar.
Selain pembekuan kerak bumi, pendinginan massa bumi ini juga mengakibatkan terjadinya proses penguapan gas secara besar-besaran ke angkasa. Proses penguapan ini terjadi selama juataan tahun, sehingga terjadi akumulasi uap dan gas yang sangat banyak. Pada saat inilah mulai terbentuknya atmosfer bumi. Uap air yang terkumpul di atmosfer dalam waktu jutaan tahun tersebut, pada akhirnya diturunkan kembali ke bumi, dengan intensitas tinggi dan kurun waktu yang lama pula. Titik-titik air tersebut mengisi cekungan-cekungan yang ada di permukaan bumi.
            Berdasarkan penelitian para ilmuwan, dijelaskan ada 3 faktor yang menyebabkan naiknya suhu bumi tersebut, yaitu:
1.      Akresi (accretion) yaitu naiknya suhu bumi akibat tumbukan benda-benda angkasa atau meteor yang menghujani bumi. Energy dari benda-benda tersebut berubah menjadi panas. Di daerah sekitar tumbukan tersebut banyak meninggalkan lubang-lubang yang sangat besar di permukaan bumi.
2.      Kompresi yaitu semakin memadatnya bumi karena adanya gaya gravitasi. Bagian di dalam bumi mengalami penekanan yang lebih besar dibandingkan bagian luar bumi, sehingga pada bagian dalam bumi suhunya relatif lebih panas dibandingkan bagian luarnya.
3.      Adanya disintegrasi atau penguraian unsur-unsur radioaktif seperti uranium, thorium, dan potassium. Jumlah unsur-unsur tersebut sebenarnya relatif kecil, tetapi dapat meningkatkan suhu bumi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar